Tampilkan postingan dengan label TEKNIK ANALISA FOREX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEKNIK ANALISA FOREX. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Maret 2011

Tren harga dan volume

Tren harga dan volume atau lebih dikenal dengan istilah Price and Volume Trend yang disingkat biasa disingkat dengan singkatan "PVT" atau "PV" adalah merupakan suatu indikator dalam analisis teknis yang ditujukan untuk menggabungkan harga dan volume pada pasar modal. PVT adalah berdasarkan volume transaksi berjalan, dengan penambahan volume berdasarkan persentase perubahan harga pada saat penutupan pasar dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya.

Rumusan PVT adalah sebagai berikut :



PVT adalah serupa dengan On-balance Volume (OBV), tetapi apabila OBV menggunakan volume hanya berdasarkan saat mencapai harga penutupan tertinggi atau terendah maka pada PVT juga dimasukkan besaran nilai tertinggi atau terendah yang terjadi.

PVT diartikan dengan cara yang serupa dengan OBV. Pemikiran umumnya adalah bahwa volume akan meningkat pada hari dimana harga bergerak pada arah yang dominan, misalnya saja pada tren kenaikan yang kuat maka volume akan lebih tinggi daripada hari dimana harga mengalami penurunan. Jadi apabila harga mengalami kenaikan maka PVT akan naik juga dan sewaktu harga menciptakan tingkat tertinggi barunya maka PVT juga akan demikian. Apabila PVT gagal untuk mencapai reli harga tertinggi sebelumnya maka ini adalah merupakan diverjensi negatif yang menandakan melemahnya pergerakan.

sumber referinsi www.id.wikipedia.org

by:delphi_Forex
Salam sukses luar biasa goo Green

Minggu, 20 Maret 2011

Sesuatu Yang Paling di Benci Trader dan Paling Disukai oleh Market

Mendengar ajach bikin muntah perut terasa mules,,, dan sangat di benci oleh semua kalangan Trader,,,,, semua trader forex tidak menginginkan hal ini namun kenyataannya mereka banyak yang mengalaminya,,,,,

Jangan Biarkan Margin Call Memancing Emosi Kita????

Lalu Apa itu Margin Call?

Margin call yaitu suatu keadaan yang dimana open posisi anda sudah tidak memungkinkan untuk diteruskan lagi karena cash equity anda yang menipis, sehingga bisa mengakibatkan Loss Total.


Jangan sampai trading anda mencapai Margin Call, oleh karena itu perhatikan ketahanan point anda !!!



Cara perhitungan margin call yaitu : (PENTING UNTUK DIKETAHUI !)
PERHITUNGAN MARGIN CALL YANG UMUM :

Contoh :

Misalkan modal awal anda adalah $1000 dan anda melakukan order SELL 0.2 lot di GBP/USD seperti contoh no.2 (di CARA MENGHITUNG MARGIN (JAMINAN) YANG DIPAKAI UNTUK BERTRANSAKSI. Maka margin (jaminan) yang digunakan adalah $76. Dan sisa modal balance anda (cash equity) setelah dipotong oleh margin jaminan maka akan menjadi $1000 - $76 = $924

Dan karena anda menggunakan 0.2 lot, maka nilai pergerakan per pip nya menjadi $2, dan dengan sisa modal yang sebesar $924 tersebut maka anda akan sanggup menahan loss hingga $924 /
$2 = 462 point. Sehingga bila loss anda melebihi tahanan tersebut (minus 462 point) maka open posisi anda akan otomatis diclose oleh system, karena untuk menghindari cash equity balance anda menjadi semakin
negative. Dan ini dinamakan dengan terkena Margin Call.


Sehingga margin call itu berarti jika cash equity anda sampai turun (akibat loss) dibawah margin yang dijaminkan maka anda akan terkena margin call, dan open posisi anda akan diclose secara paksa dan otomatis oleh sistem.

Saya yakin ini akan menjadi pengalaman yang berharga bagi para trader,,,,, semoga info delphi ini bisa bermanfaat dan menjadikan profit oleh para trader,,, salam sukses luar biasa go... green,,,!!!
by: delphi_Forex

CARA MENGHITUNG MARGIN (JAMINAN) YANG DIPAKAI UNTUK BERTRANSAKSI


 
Pada umumnya 1 lot = quantity contract size $100,000 (regular) ; dan 0.1 lot = quantity contract size
$10,000  (mini)  (bisa  anda  tanyakan  kepada  broker  anda  akan  besarnya  quantity  contract  size  pada satuan lotnya)

Untuk mata uang yang base currencynya adalah USD (USD/...) :
(contoh: USD/JPY, USD/CHF) , maka cara perhitungan margin jaminannya yaitu :

Margin = Jumlah Lot x 100000 x %margin (untuk yang memakai satuan Lot) atau
Margin = Quantity Contract Size x %margin (untuk yang memakai satuan Quantity)

Contoh 1:
Anda melakukan order BUY di mata uang USD/JPY sebanyak 1 lot dengan leverage 1:100, maka perhitungan marginnya yaitu :

Margin = 1 x 100000 x 1%
            = $1000


Contoh 2:
Anda melakukan order SELL di mata uang USD/CHF sebanyak 0.3 lot dengan leverage 1:200, maka perhitungan marginnya yaitu :

Margin = 0.3 x 100000 x 0.5%
           = $150

Untuk mata uang yang base currencynya adalah yang bukan USD (.../USD) : (contoh: EUR/USD, GBP/USD) , maka cara perhitungan margin jaminannya harus dijadikan ke kurs USDollar dahulu, yaitu dengan cara :

(untuk yang memakai satuan Lot)
Margin = Jumlah Lot x 100000 x %margin x Harga quote kurs saat itu

Atau (untuk yang memakai satuan Quantity)
Margin = Quantity Contract Size x %margin x Harga quote kurs saat itu

Contoh 1:
Anda melakukan order BUY (Ask) di mata uang EUR/USD sebanyak 1 lot dengan leverage 1:100 dan harga kurs Bid/Ask-nya saat itu adalah 1.2998/1.3000, maka perhitungan marginnya yaitu :
Margin = 1 x 100000 x 1% x 1.3000
            = $1300

Contoh 2:
Anda melakukan order SELL (Bid) di mata uang GBP/USD sebanyak 0.2 lot dengan leverage 1:500 dan harga kurs Bid/Ask-nya saat itu adalah 1.9010/1.9014, maka perhitungan marginnya yaitu :
Margin = 0.2 x 100000 x 0.2% x 1.9010
            = $76

Konsep dasar sebagai trader harus menerti apa itu? Margin, Leverage Dan Contract Size

Okey para trader mungkin anda sudah tidak sabar....
delphi akan jelaskan satu persatu tentang apa itu Margin, Leverage Dan Contract Size


Apa itu Leverage?
Leverage adalah pinjaman dari broker yang diberikan kepada trader, sehingga dana trader memiliki daya beli yang lebih besar. Leverage dinotifikasikan sebagai rasio perbandingan, misal 1:1, 1:100, 1:500, dan sebagainya. Artinya, kalau ada dana $100 di leverage 1:100 maka $100 tersebut memiliki kekuatan setara $10.000. Jika leverage 1:500, maka dana $100 tadi memiliki kemampuan untuk melakukan transaksi setara $50.000 atau 500x lipat lebih besar dari nominal dana itu sendiri.
Apa itu Margin?
Margin merupakan jaminan yang diberikan kepada broker setiap kali membuka posisi. Besar kecilnya margin dipengaruhi oleh leverage dan besarnya volume trading (lot) yang dibuka oleh trader. Rumus perhitungan margin adalah : Leverage x Volume (Lot) x Contract Size.
Ilustrasi
Untuk mempermudah pemahaman, mari kita simak ilustrasi di bawah ini. Broker yang diambil sebagai contoh adalah FXOpen, yang memiliki contract size 1 lot = $100.000 dan fasilitas leverage hingga 1:500.

Contract Size
Untuk contract size, harus dikonversikan ke USD. Pair yang berawalan dengan USD/xxx seperti USD/JPY, USD/CHF, USD/CAD, dsb memiliki contract size 1 lot = $100.000 (sudah dalam $, tidak perlu dikonversi). Sedangkan yang berawalan dengan mata uang non USD, misal EUR/USD memiliki kontrak size 1 lot = EUR 100.000 yang artinya setara dengan(  EUR 100.000 x 1,435 ) USD atau $143.500 pada saat kurs EUR/USD 1,435. Berarti, jika EUR/USD naik menjadi 1,45 maka contract size akan berubah lagi.
Leverage 1:1 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan = (1/1) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $143.500 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL (Free Margin) $143.500 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage
1:1
Leverage 1:100 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan =(1/100) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $1.435 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL (Free Margin) $1.435 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage
1:100
Leverage 1:500 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan = (1/500) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $287 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL(Free Margin) $287 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage 1:500

Leverage 1:500 – 0,1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan = (1/500) x 0,1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $28,7 — Artinya di sini, dibutuhkan dana (Free Margin) HANYA $28,7 untuk bisa membuka posisi 0,1 lot EUR/USD di leverage
1:500

Leverage 1:500 – 1 lot USD/JPY di harga berapapun (karena contract size sudah dalam USD)
Margin yang diperlukan = (1/500) x 1 lot x ($100.000) = $200 — Artinya di sini, dibutuhkan dana
MINIMAL (Free Margin) $200 untuk bisa membuka posisi 1 lot USD/JPY di leverage 1:500
Leverage 1:500 – 0,1 lot USD/JPY di harga berapapun (karena contract size sudah dalam USD)
Margin yang diperlukan = (1/500) x 0,1 lot x ($100.000) = $20 — Artinya di sini, dibutuhkan dana (Free
Margin) HANYA $20 untuk bisa membuka posisi 1 lot USD/JPY di leverage 1:500


WARNING....!!!! Kesalahan Persepsi
Seringkali terdapat kesalahan persepsi bahwa profit dan loss, atau nilai per pip antara 1:1 dan 1:500 berbeda. Pandangan ini tidaklah benar, kita ambil contoh di FXOpen, 1 lot pada 1:1 bernilai $10/pip maka di 1:500 pun 1 lot akan bernilai $10/pip. Yang berbeda akibat leverage hanya besaran margin, sehingga mempengaruhi besarnya lot maksimal yang bisa dibuka. Misal Anda memiliki dana di $1000, maka di
1:500 bisa membuka hingga 5 lot USD/JPY sedangkan di 1:100 hanya bisa membuka 1 lot USD/JPY saja.
PERINGATAN
Leverage  menguntungkan  di satu  sisi,  karena  akan memberikan  keuntungan  yang  lebih  besar  dan mengijinkan kita bermain forex dengan modal yang lebih kecil. Namun di sisi lain, dengan leverage 1:500 kita bisa membuka posisi yang jauh dari kemampuan dana kita. Oleh karena itu, bijaksanalah dengan leverage dan margin Anda, karena kerugian yang diderita bisa lebih besar dari kemampuan kita, akibat kurangnya pemahaman terhadap resiko dari leverage dan margin ini.

Semoga ini bisa bermanfaat untuk para Trader salam sukses Luar Biasa go GREEN,,,,!!!
By delphi_Forex

Senin, 28 Februari 2011

Support & Resistance (delphi)

Support & Resistance sangat penting terutama untuk menentukan Target Point. Support & Resistance adalah level-level kritis yang merupakan level psikologis yang digunakan oleh para pelaku pasar dalam mengambil keputusan apakah harga akan berlanjut atau berbalik arah.

Support (batas bawah) dibentuk dengan menghubungkan dua atau lebih harga terendah.
Resistance (batas atas) dibentuk dengan menghubungkan dua atau lebih harga tertinggi.


Prinsip dasar Support & Resistance : Secara umum support & resistance dibentuk oleh harga tertinggi & harga terendah, biasanya bila harga berhasil menembus garis support & resistance atau dengan kata lain berhasil melampaui harga tertinggi atau terendah sebelumnya maka pergerakan harga akan berkelanjutan. Sedangkan Bila harga tidak dapat menembus garis support atau resistance maka harga akan berbalik arah. Prinsip inilah yang akan mendasari teori-teori lain mengenai support & resistance.



Trend Lines
Uptrend dibuat dengan menghubungkan dua buah titik support line (batas bawah). Downtrend dibuat dengan menghubungkan dua buah titik resistance line (batas atas). Bila harga menembus trendline mengindikasikan harga akan berkelanjutan.




Channel Lines
Channel Lines dibuat dengan menarik garis sejajar dengan sudut yang sama dengan uptrend atau downtrend. Ketika harga menyentuh garis atas dapat digunakan sebagai tanda jual dan ketika
menyentuh garis bawah dapat digunakan sebagai tanda beli.



Pivot Point
Pivot Point adalah cara lain yang sering digunakan untuk menentukan level Support & Resistance dalam range 1 hari perdagangan. Kelebihan pivot point dibanding metoda Support & Resistance yang
lain yaitu setiap trader diseluruh dunia mengunakan rumus yang sama untuk menghitung pivot sehingga pivot merupakan level psikologi pasar yang paling sering digunakan oleh para trader untuk
membuat keputusan.




Prinsip dasar Pivot yaitu :
  • Biasanya bila harga dibuka di atas pivot maka secara psikologis harga akan naik (meskipun tidak selalu) begitu juga sebaliknya.
  • Harga cenderung berusaha untuk menembus level-level pivot, support & resistance.
  • Bila momentum kuat maka harga akan menembus pivot menuju support atau resistance tetapi bila momentum lemah maka harga akan berbalik arah.
  • Bila harga tidak menyentuh pivot biasanya harga cenderung menjauhi pivot.

Pada kenyataannya harga tidak selalu mengikuti prinsip Pivot Point. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini.



Pada lingkaran kuning dan pink terlihat indikasi bahwa secara teori harga seharusnya bergerak ke R1 tapi pada kenyataannya harga tidak pernah menyentuh R1. Karenanya penggunaan sistem pivot perlu dibantu dengan indikator lain.

Strategi Pivot Point
Umumnya Pivot lebih sering dijadikan acuan untuk level exit (Target Point) dibandingkan sebagai acuan entry.


  1. Gunakanlah Breakout Strategi (akan dijelaskan di bawah) untuk entry.
  2. Tentukan target point pada level-level pivot.
  3. Jika harga menyentuh level target maka ada dua kemungkinan, harga akan menembus level menuju level selanjutnya atau berbalik arah. Pilihan Anda yaitu exit atau pindahkan Stop Loss.
  4. Sebaiknya gunakan indikator tambahan sebagai pendukung untuk melihat kekuatan harga menembus pivot, support atau resistance



Breakout Strategy

SYMETRICAL TRIANGLES (SEGITIGA SIMETRIS)
Pola Segitiga Simetris terjadi apabila pergerakan harga semakin mengecil memusat di tengah dimana minat beli berkurang dan minat jual pun berkurang. Hal ini disebut konsolidasi harga.



Pada pola harga di atas dapat ditarik garis membentuk segitiga yang semakin memusat. Kita tidak tahu kemana harga akan bergerak tetapi biasanya ketika harga berhasil menembus garis segitiga simetris maka trend baru akan dimulai.
Strategi : Gunakan puncak tertinggi pada pertengahan segitiga sebagai entry order BUY dan SL pada pertengahan segitiga. Sebaliknya gunakan lembah terendah pada pertengahan segitiga sebagai entry order SELL dan SL pada pertengahan segitiga.


ASCENDING TRIANGLES (SEGITIGA NAIK)
Pola Segitiga Naik terjadi apabila harga tertinggi tidak dapat menembus level resistance sedangkan harga terendah semakin meninggi sehingga pergerakan harga memusat ke level resistance.


Prinsipnya hampir sama dengan Segitiga Simetris yaitu apabila harga berhasil menembus garis Segitiga Naik maka trend baru dimulai. Biasanya pola seperti ini akan diikuti oleh Uptrend tapi tidak selalu.
Strategi : Hitung jarak antara puncak tertinggi dgn lembah terendah pada pertengahan segitiga kemudian bagi 2. Kemudian tambahkan pada level resistance hasilnya adalah level entry order BUY. Gunakan pertengahan jarak antara puncak tertinggi & lembah terendah tadi sebagai SL. Untuk entry order SELL gunakan level lembah terendah dengan SL yang sama.

DESCENDING TRIANGLES (SEGITIGA TURUN)
Pola Segitiga Turun adalah kebalikan Pola Segitiga Naik. Prinsip dasarnya pun sama.


CONSOLIDATION CHANNEL
Consolidation Channel terjadi bila harga bergerak sideway.


Strategi 1 : Untuk channel dengan range <20 pips, tambahkan 30% dari range channel pada level resistance sebagai entry order BUY, kurangi level resistance 30% dari range channel sebagai SL. Begitu pula sebaliknya untuk entry order SELL. Strategi 2 : Untuk channel dengan range >20 pips, kita dapat manfaatkan fluktuasi harga dalam range. Bagi range dalam tiga area 30%, 40%, 30%.



Jika harga mencapai area 30% atas perhatikan tanda-tanda reversal, jika terjadi reversal order SELL pada area 30% atas dengan target pada area 30% bawah. Begitu pula
sebaliknya. Gunakan SL maksimal 20 pips. Perhatikan selalu indikator Anda untuk
mengantisipasi terjadinya perubahan arah trend.

FLAG (POLA BENDERA)
Flag adalah variasi lain dari consolidation channel.



Pola Reversal (Pembalikan Arah)

DOUBLE TOP (PUNCAK KEMBAR)
Pola Double Top terjadi setelah Uptrend yang cukup kuat tidak dapat menembus level harga kemudian berbalik lalu kembali naik tetapi tetap tidak dapat menembus level tertinggi harga
sebelumnya, kemudian turun kembali saat itulah dimulai trend baru yaitu Downtrend.

DOUBLE BOTTOM (LEMBAH KEMBAR)
Pola Double Bottom pada prinsipnya adalah sama dengan Double Top hanya saja kebalikannya.
HEAD AND SHOULDER (CROWN PATERN)
Pola Head and Shoulder terjadi setelah Uptrend yang cukup kuat membentuk puncak kecil kemudian diikuti puncak besar dan diakhiri puncak kecil kembali, lalu terbentuk trend baru yaitu Downtrend. Kelebihan pola ini adalah kita dapat menentukan target dengan jarak puncak besar yang terbentuk.



REVERSE HEAD AND SHOULDER (CROWN PATERN)
Seperti namanya pola ini adalah kebalikan dari pola Head and Shoulder.






Salam Sukses Luar Biasa Go Green
By:delphi

Minggu, 27 Februari 2011

delphi with Candlestic Go Green



Candlestick Chart
Candlestick adalah jenis chart yang paling sering digunakan. Dengan candlestick chart kita dapat dengan mudah membaca kondisi pasar.

Dengan melihat pola dan tipe candlestick kita dapat melihat tanda-tanda awal reversal atau pembalikan arah.

Di antara sekian banyak pola & tipe candlestick, yang terpenting adalah :
  1. Morubozu
  2. Spinning Tops
  3. Doji
  4. Hammer & Hanging Man atau Shooting Star dan Evening Star

Marubozu
adalah bar full body tanpa shadow. Biasanya merupakan indikasi awal suatu trend akan berkelanjutan.

Spinning Tops
yaitu bila body lebih pendek daripada shadow dan berada di tengah-tengah.

Body yang pendek menunjukkan sedikit terjadi pergerakan harga dari open hingga close, shadow menunjukkan selama sesi harga aktif bergerak naik dan turun.
Spinning tops setelah bar panjang biasanya berpotensi akan terjadi perubahan arah trend. 


Doji
Doji terjadi apabila harga open sama dengan harga close sehingga body hanya membentuk suatu garis.



Sebuah tanda Doji setelah Bar Putih (bullish bar = naik) berindikasi trend naik akan segera berakhir, tetapi indikasi ini harus dikonfirmasi dahulu dengan munculnya bar hitam (bearish bar = turun) begitu pula sebaliknya.


Hammer dan Hanging Man
dapat juga dijadikan indikasi pembalikan arah trend seperti terlihat pada gambar  di  bawah,  indikasi  ini  harus  dikonfirmasi  juga  dengan  bar  yang  terjadi  setelahnya. Syarat Hammer dan Hanging Man adalah Shadow harus lebih panjang dibandingkan body.




Indikasi yang ditunjukkan oleh candlestick dapat dijadikan sebagai indikasi awal pergerakan harga tetapi tidak bisa dijadikan sebagai acuan trend karena hanya mengindikasikan pergerakan untuk beberapa candle kedepan.
Sumber referinsi www.babypips.com
di edit ulang oleh delphi_forex
Semoga Bermanfaat Sahabat Trader Salam Sukses Go Green

add your coment this blog delphi_Forex